Tips Menghadapi Pembeli yang Rewel di Sosial Media

Bagikan!

Menghadapi pembeli di media sosial memang sangat jauh beda dengan dunia nyata, terkadang pembeli sering berbuat tidak sopan, menggunakan bahasa kasar bahkan belum apa-apa sudah menuduh penipu dan sebagainya. Belum lagi ada yang suka pakai ngancam-ngancam segala. Hal ini bisa terjadi karena tidak saling ketemu secara langsung dan tidak saling kenal, sehingga tidak ada beban atau malu ketika menggunakan bahasa atau kata-kata yang tidak diinginkan.

Meskipun demikian seorang penjual harus memiliki sikap baik dan ramah terhadap setiap calon konsumen, bahkan terhadap mereka yang mungkin menjengkelkan sekalipun. Anda harus tetap menjaga kesabaran anda dan jangan sampai terpengaruh oleh tingkah laku calon konsumen atau mungkin semacam provokasi yang datang. Hal ini sangat penting untuk menjaga kredibilitas seorang penjual atau pedagang, terutama online seller yang menjual produknya melalui sosmed.

Karena cara pemasaran online biasanya hanya menggunakan foto dan deskripsi ringkas, sehingga mungkin sebagian pembeli akan menanyakan banyak hal. Oleh sebab itu anda perlu belajar banyak hal tentang tips menghadapi pembeli online.

Sekarang perhatikan bagaimana cara mengatasi pelanggan yang rewel:

Pertama, bedakan antara pelanggan yang benar-benar serius atau hanya sekedar orang iseng. Serious buyer pasti akan mengetahui tentang barang yang anda tawarkan sehingga mereka tidak akan menanyakan hal-hal yang seharusnya sudah diketahui secara umum. Anda akan menghadapi tantangan besar ketika diharuskan menghadapi model pelanggan yang suka bertanya hal-hal umum.

Kedua, dalam menghadapi pembeli online jangan pernah sekalipun memperlihatkan nada emosi jika anda sedang menghadapi pelanggan. Sekalipun mereka bukan serious beli, lebih baik anda diam saja ketika mereka menanyakan hal umum. Ini lebih baik daripada anda marah-marah, sehingga membuat image buruk di depan pembeli potential.

Ketiga, hindari mengejar-ngejar calon konsumen layaknya asongan yang menunjukan seolah dagangan kita tidak laku. Buatlah sistem pemasaran yang profesional agar calon konsumen atau calon pembeli segan terhadap kita. Jangan takut dagangan tidak laku, jika anda bisa profesional justru pembeli yang akan mengejar karena konsumen butuh dengan kita dan produk yang kita tawarkan.

Tinggalkan Balasan